WAWASAN KEBANGSAAN – PENGERTIAN, MAKNA, NILAI

Definisi Wawasan Nasional

wawasan-kebangsaan

Wawasan ini berasal dari kata Jawa mawas yang artinya melihat atau melihat. Dalam pandangan bangsa, hal ini berarti bahwa pandangan seseorang dalam kaitannya dengan diri sendiri dan tanah airnya adalah negara kepulauan, serta sikap bangsa Indonesia terhadap dirinya dan lingkungannya, dengan mengedepankan persatuan dan kesatuan daerah dalam penyelenggaraan pengelolaan negara. kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Wawasan kebangsaan ini merupakan cara memandang bangsa Indonesia tentang dirinya dan lingkungannya serta mengedepankan persatuan dan kesatuan daerah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa serta bernegara (Prof. Muladi, Gubernur Lemhannas).

Inti dari wawasan kebangsaan

  • Inti dari wawasan kebangsaan adalah keutuhan bangsa / nusantara
  • Hubungan wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional. Dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa agar senantiasa mengarah pada pencapaian tujuan nasional, dituntut menjadi landasan dan pedoman yang kokoh berupa konsepsi wawasan kebangsaan agar mampu atau mampu mewujudkan aspirasi bangsa. bangsa dan juga kepentingan bangsa serta tujuan nasional.
  • Wawasan kebangsaan bangsa Indonesia adalah wawasan nusantara yang tidak lebih dari pedoman bagi proses pembangunan nasional menuju tujuan nasional.

Asas wawasan kebangsaan

Ketentuan-ketentuan dasar yang harus ditaati, ditaati, dijunjung tinggi dan ditaati, dan Agae juga diciptakan, diwujudkan agar tetap taat dan juga tetap setia pada suatu unsur atau komponen pembentukan bangsa Indonesia (kelompok / suku) menuju kebersamaan. persetujuan
Asas wawasan kebangsaan terdiri atas:

  • kepentingan / tujuan bersama
  • solidaritas
  • keadilan
  • kolaborasi
  • kejujuran
  • Loyalitas terhadap bisnis

Pentingnya Wawasan Nasional

Warga negara tidak hanya sekedar teori, tetapi juga wajib menerapkan sudut pandang tentang diri dan tanah airnya untuk pengelolaan kehidupan sosial yang baik. Pentingnya wawasan kebangsaan ini meliputi beberapa hal berikut ini.

  • Kewajiban seluruh warga negara untuk mengedepankan persatuan, kesatuan, dan juga kepentingan bangsa di atas kepentingan diri sendiri atau golongan tertentu.
  • Jangan tinggalkan ruang untuk patriotisme yang licik.
  • Mengembangkan persatuan Indonesia sehingga dapat atau dapat menjaga keutuhan Negara Kesatuan
  • Republik Indonesia berdasarkan asas persatuan dalam kebhinekaan.
  • Negara Indonesia yang bersatu bisa atau bisa menciptakan bangsa yang maju, sejahtera, dan sejajar dengan bangsa lain.
  • Wawasan kebangsaan harus senantiasa berpijak pada Pancasila, ideologi bangsa Indonesia, dan berhasil memenuhi misi tersebut di tengah-tengah kehidupan bernegara di dunia.

Nilai-nilai wawasan kebangsaan

  • Penghormatan terhadap martabat manusia adalah makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  • Untuk mencintai tanah air dan bangsa,
  • Demokrasi dan kedaulatan rakyat,
  • Tekad kolektif semua warga negara untuk menciptakan Indonesia merdeka,
  • Bebas dan bersatu
  • Masyarakat adil dan sejahtera dan solidaritas sosial.

Konsep wawasan kebangsaan

Konsep kebangsaan ini merupakan hal yang sangat mendasar bagi bangsa Indonesia. Dalam kenyataannya, konsep kewarganegaraan telah atau telah dijadikan landasan bernegara serta ideologi nasional yang dirumuskan dalam eksistensi Pancasila dalam ayat IV Pembukaan UUD 1945. Konsep kewarganegaraan inilah yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain di dunia.

Dorongan yang melahirkan kebangsaan kita ini dilandasi oleh perjuangan meraih kemerdekaan dan mengembalikan harkat dan martabat kita yaitu sebagai manusia. Wawasan kebangsaan Indonesia ini juga menolak diskriminasi golongan, agama, suku, ras, warna kulit, asal usul, kedaerahan, keturunan dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kedudukan atau status sosialnya. Konsep kebangsaan kami bertujuan untuk membangun dan mengembangkan persatuan dan kesatuan.

Era Kebangkitan Nasional 1908 yang diprakarsai oleh Budi Utomo menjadi tonggak munculnya proses Bhineka Tunggal Ika. Berdirinya Budi Utomo mendorong gerakan atau organisasi yang sangat berbeda, baik dalam tujuan maupun penciptaannya.

Dengan Sumpah Pemuda, Gerakan Kebangkitan Bangsa, khususnya kaum muda, berusaha memadukan keberagaman dengan persatuan. Kemajemukan, keragaman seperti adat istiadat, suku, bahasa daerah, agama, budaya dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa tetap eksis dan dijunjung tinggi.

Wawasan kebangsaan Indonesia ini tidak mengenal warga golongan A, B atau mayoritas atau minoritas. Hal ini juga dibuktikan dengan fakta bahwa, misalnya, bahasa daerah A atau B tidak digunakan sebagai bahasa nasional, melainkan bahasa Melayu yang kemudian berkembang menjadi bahasa Indonesia.

Kerasnya pengaruh globalisasi bukan tidak mungkin akan menghancurkan adat budaya yang telah menjadi jati diri kita yaitu sebagai bangsa, dan tentunya melemahkan konsep nasionalisme. Konsep nasionalisme adalah pemahaman yang mengatakan atau menyatakan bahwa kesetiaan tertinggi terhadap masalah duniawi setiap warga negara ditunjukkan kepada negara dan bangsanya.

Meskipun pada awal tumbuhnya nasionalisme ini terdapat semboyan yang cukup terkenal yaitu kesetaraan, kebebasan, persaudaraan yang merupakan pilar nasionalisme demokratis negatif, namun dalam perkembangan nasionalisme di masing-masing bangsa tersebut melalui adanya nilai-nilai inti yang ditemukan dalam mengembangkan masyarakatnya masing-masing untuk memberikan keistimewaan bagi setiap bangsa.

Wawasan kebangsaan Indonesia ini juga menjadikan suatu bangsa yang tidak bisa atau tidak bisa mengisolasi diri dari bangsa lain yang menginspirasi jiwa bangsa maritim, yang tercermin dari wawasan nusantara bahwa wilayah laut Indonesia merupakan bagian dari nusantara yang telah atau pernah ada. diakui oleh dunia.

Wawasan kebangsaan ini merupakan pandangan yang menyatakan bahwa negara Indonesia adalah kesatuan yang dilihat dalam segala aspek sebagai jalan hidup bangsa Indonesia dalam menggunakan konstelasi, sejarah dan juga kondisi sosial budaya Indonesia untuk semua penggerak. mampu mewujudkan dorongan untuk mencapai pencapaian cita-cita bangsa, serta cita-cita bangsa yang meliputi persatuan pertahanan dan keamanan, persatuan politik, persatuan ekonomi, dan persatuan sosial budaya (Suhady dan Sinaga, 2006).

Wawasan kebangsaan Indonesia yang menjadi sumber bagi perumusan desentralisasi pemerintahan serta untuk pembangunan dalam rangka pembangunan daerah otonomi harus mampu atau mampu menggerogoti kewenangan pemerintah pusat atau pemerintah pusat. perpecahan / perpecahan menghindarkan negara dan juga mencegah terjadinya konflik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Melalui upaya-upaya tersebut diharapkan dapat terwujud pemerintahan pusat yang bersih dan akuntabel serta pemerintahan daerah yang tumbuh mandiri dan berkembang dengan daya saing yang sehat antar daerah, mewujudkan persatuan ekonomi, persatuan politik yang kuat dan membangun persatuan budaya yang warganegara yang kompak. serta menyatu dengan ciri kebangsaan membutuhkan sistem pendidikan yang menghasilkan kader pembangunan yang berwawasan kebangsaan, netralitas birokrasi pemerintahan yang berwawasan kebangsaan.

Wawasan kebangsaan Indonesia ini tentunya juga menawarkan peran bagi bangsa Indonesia untuk dapat atau mampu secara proaktif mengantisipasi perkembangan lingkungan strategis ini dengan menjadi teladan bagi bangsa lain dalam mengedepankan jati diri, kemerdekaan dan menghadapi tantangan eksternal tanpa konfrontasi Dengan meyakinkan orang lain ada bangsa yang keberadaan bangsa itu. Ini merupakan aset yang dibutuhkan untuk pengembangan nilai-nilai kemanusiaan yang beradab (Sumitro dalam Suhady dan Sinaga, 2006).

Dan bagi bangsa Indonesia adalah pemahaman dan pemahaman tentang bagaimana memahami wawasan kebangsaan ini secara mendalam tentang falsafah Pancasila yang mengandung nilai-nilai inti yang pada gilirannya menjadi pedoman sikap dan perilaku yang mengarah pada pembentukan karakter bangsa. .

Peran wawasan kebangsaan

Nilai-nilai ini juga sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

Anda dapat atau dapat menemukan contoh penerapan nilai-nilai ini sejak dini. Ya, pembentukan karakter seseorang bisa atau bisa dibentuk sejak lahir dan mulai belajar. Di sekolah, para guru juga telah menerapkan metode siswa yang memiliki nilai-nilai tersebut. Misalnya seperti menumbuhkan kecintaan pada air dengan mengibarkan bendera merah putih di setiap upacara bendera.

Dalam kehidupan bermasyarakat, Anda juga wajib menerapkan nilai-nilai luhur tersebut. Hubungan baik dengan masyarakat tanpa mengkritisi kepercayaan orang lain, mau bekerjasama dalam pembangunan daerah setempat, membantu sesama yang mengalami kesulitan, menghargai pendapat dan menjunjung tinggi keputusan dalam musyawarah bersama dan lain-lain. Masih banyak kegunaan nilai-nilai yang sesuai dengan cara hidup berbangsa dan bernegara.

Wawasan kebangsaan ini terwujud dalam kode etik fisik dan mental yang mencerminkan warga negara Indonesia yang sejati. Cinta tanah bisa atau bisa memberikan cinta diri kepada bangsa agar memiliki jiwa nasionalisme.

Demikian penjelasan pengertian wawasan kebangsaan, nilai-nilai, prinsip, makna, konsep, dan esensi, semoga yang dijelaskan dapat bermanfaat bagi anda. Terima kasih

Sumber :